Landasan Bimbingan dan Konseling
Menurut Prayitno dan Erman Amti (1999): Landasan Bimbingan dan konseling ada 6, yaitu:
Landasan Filosofis
Filosofis bisa bermakna cinta kebijaksanaan. Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan serangkaian kegiatan atau tindakan yang semuanya diharapkan merupakan tindakan yang bijaksana. Untuk itu diperlukan pemikiran filosofis tentang berbagai hal yang menyangkut pelayanan bimbingan dan konseling. Pemikiran filosofis menjadi alat bermanfaat bagi pelayanan bimbingan dan konseling secara umum dan bagi konselor secara khusus, yaitu membantu konselor dalam memahami situasi konseling dan dapat membuat keputusan yang tepat.
Landasan Religius
Landasan religius bagi layanan bimbingan dan konseling setidaknya ditekankan pada tiga hal pokok, yaitu:
- Keyakinan bahwa manusia dan seluruh alam semesta adalah makhluk Allh SWT.
- Sikap yang mendorong perkembangan dan perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama.
- Upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dan mneguhkan kehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahan masalah individu.
Landasan Psikologis
Psikologi merupakan tingkah laku individu. Landasan psikologis dalam bimbingan dan konseling adalah memberikan kepahaman tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan. Hal ini sangat penting karena bidang garapan bimbingan dan konseling adalah perilaku klien, yaitu perilaku klien yang perlu di ubah atau dikembangkan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.[7]
Landasan sosial-budaya
Merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup. Sejak lahirnya, ia sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan pola-pola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial-budaya yang ada di sekitarnya.
Masing-masing suku dan berbangsa memiliki sosial budaya yang berbeda. Perbedaan itu bisa subyektivitas budaya sehingga akan berpengaruh pula pada upaya pemberian bantuan (bimbingan konseling).[8]
Landasan Ilmiah dan Teknologi
Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode, seperti: pengamatan, wawancara, analisis dokumen, prosedur tes, inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku teks dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya.
Landasan Pedagogis
Bimbingan dan konseling identik dengan pendidikan. Artinya ketika seseorang sedang melakukan praktek bimbingan dan konseling berarti ia sedang mendidik; Landasan pedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi, yaitu: (a) pendidikan sebagai upaya pengembangan individu dan bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan; (b) pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling; dan (c) pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan layanan bimbingan dan konseling.[9]
Daftar Cari
- tujuan bimbingan konseling
- manfaat bimbingan konseling
- bimbingan konseling pdf
- bimbingan konseling di sekolah
- makalah bimbingan konseling
- materi bimbingan konseling
- fungsi bimbingan konseling
- pengertian bimbingan konseling menurut para ahli
No comments:
Post a Comment