Adapun tujuan lainnya adalah sebagai berikut:
- Pengenalan terhadap diri sendiri dan penerimaan terhadap diri sendiri.
- Penyesuaian diri terhadap lingkungan (sekolah, rumah, masyarakat).
- Pengembangan potensi semaksimal mungkin.
- Pemecahan masalah dengan baik dan realistis.[5]
Hamdan Bakran Adz Dzaky, (2004), merinci tujuan bimbingan dan konseling dalam Islam sebagai berikut: pertama, untuk mnghasilkan suatu perubahan, perbaikan, kesehatan dan kebersihan jiwa dan mental. Jiwa menjadi tenang, jinak dan damai (muthmainnah), bersikap lapang (radhiyah) dan mendapatkan pencerahan taufiq dan hidayah-Nya (mardhiyah).
Kedua, untuk menghasilkan suatu perubahan, perbaikan, dan kesopanan tingkah laku yang dapat memberikan manfaat baik pada diri sendiri, lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan kerja maupun lingkungan sosial dan sekitarnya.
Ketiga, untuk menghasilkan kecerdasan rasa (emosi) pada individu sehingga muncul dan berkembang rasa toleransi (tasammukh), kesetiakawanan, tolong menolong dan rasa kasih sayang.
Keempat, untuk menghasilkan kecerdasan spiritual pada diri individu sehingga muncul dan berkembang keinginan untuk berbuat taat kepada-Nya, ketulusan memenuhi segala perintah-Nya serta ketabahan menerima ujian-Nya.
Kelima, untuk menghasilkan potensi ilahiyah, sehingga dengan potensi itu individu dapat melakukan tugas-tugasnya sebagai khalifah dengan baik dan benar, dapat dengan baik menaggulangi berbagai persoalan hidup dan dapat membeikan kemanfaatan dan keselamatan bagi lingkungannya pada berbagai aspek kehidupan.[6]
Daftar Cari
- tujuan bimbingan konseling
- manfaat bimbingan konseling
- bimbingan konseling pdf
- bimbingan konseling di sekolah
- makalah bimbingan konseling
- materi bimbingan konseling
- fungsi bimbingan konseling
- pengertian bimbingan konseling menurut para ahli
No comments:
Post a Comment